This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 20 Agustus 2013

Keperibadian Melawan Pergaulan ?

Wajah-wajah ‘tak berdosa’ itu menampakkan kebersihan jiwanya padaku saat pertama bertemu. Sungguh peribadi yang indah dan akan membawa pergaulan yang positif bagi sekumpulan teman-teman posko kkn di desa jerogunung ini. Selama dua bulan hidup bersama di sebuah rumah milik seorang bibik yang baru pulang dari Kalimantan bersama satu orang anaknya yang masih kecil bernama evan, menambah keyakinan kami untuk bisa tinggal serumah antara teman yang cewek dengan yang cowok. Suara lembut dan bahasa yang santun dibumbui dengan canda tawa membuat suasana kumpul bareng semakin hidup. Dari tujuh belas orang membawa keperibadiannya masing-masing. Ada yang agak manja, sedikit malas, berjiwa suci kayak ustadz dan ustazah, dan ada juga yang punya pergaulan luas yang bergaul dengan semua orang (orang jahat maupun baik).

Lengkap sudah peribadi yang ada dalam satu komunitas posko ini, tinggal kita ambil untungnya saja dari semua pribadi ini. Boleh dibayangkan, selama dua bulan hidup dalam kebersamaan suka dan duka pasti sudah terselip banyak kisah-kisah manis dan pahit. Pertanyaannya sekarang adalah sejauh mana keperibadian yang mempunyai ‘wajah tak berdosa’ ini mampu bertahan melawan pergaulan yang berbau kesenangan negative  itu ?.

Tanpa disadari ternyata begitu besar pengaruh pergaulan terhadap setiap peribadi yang berperan didalamnya. Menjadi seorang yang konsisten dalam kebaikan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk masa-masa sekarang ini mengingat akulturasi budaya barat sudah datang ke Indonesia tercinta ini.

Sebagai seorang ketua posko haruslah mengetahui semua karakter dari masing-masing anggota posko agar dapat merumuskan segala macam permasalahan yang ada diposko. Permasalahan tidak akan ada apabla orang yang bermasalah tidak ada. Untuk itu agar dapat menyelesaikan masalah harus ditiadakan orang yang bermasalah.

Minggu pertama diposko kulihat wajah-wajah ‘tak berdosa’ selalu menampakkan senyuman dan candaan yang mencerminkan gairah bergebu-gebu untuk mengawali aktivitas kkn di desa jero gunung ini. Masa perkenalan ini adalah masa indah dan selalu tiap peribadi kita ingin menunjukkan sesuatu yang baik, indah, suci, dan selalu memperlihatkan wajah ‘tak berdosa’ kepada teman-teman posko. Aku kagum dengan kebaikan dan kesucian mereka, aku merasa menjadi orang yang dihargai dan dihormati di posko ini. Waktu terus berlalu seiring berputarnya bumi pada porosnya dan bumi pada matahari maka suasana posko pun ikut berubah. Permasalahan mulai datang menerpa posko kami, ini bukan serangan dadakan dari musuh diluar posko tapi permasalahan ini datangnya dari posko itu sendiri. Pesilangan pendapat, tidak taat aturan, selalu menentang, saling menggunjing dibelakang dan banyak lagi yang lainnya. Inilah permasalahan setelah beranjak pertengahan minggu kedua diposko.

Berbicara keperibadian dan pergaulan memang sesuatu yang sangat berkaitan karena pergaulan akan ada ketika seseorang punya keperibadian, entah kepribadian yang baik ataupun buruk. Bagaimana kalau kita adukan saja keperibadian dengan pergaulan ini ?. memang kalau kita lihat dari pengalaman selama dua bualan bergaul diposko dengan bermacam-macam karakter, agak sulit keperibadian untuk mengalahkan pergaulan yang sifatnya negative itu. Jarang ada orang yang benar-benar konsisten dengan sifat awalnya yang cenderung mengarah kearah kebaikan, ketika sudah bergaul dengan seorang teman yang baik hati dan pandai menghargai orang tapi sering berbuat sesuatu yang menyimpang dari agama dan moralitas, maka akan sulit sekali menghindar dari mereka bahkan bisa jadi kita ikut seperti mereka. Minggu ketiga diposko sudah mulai kelihatan watak asli teman-teman dan watak yang sudah terkontaminasi oleh watak jahat lainnya. Jujur saja, aku merasakan banyak perubahan pada sifatku setelah lama bergaul diposko. Hal ini menunjukkan bahwa keperibadianku sudah terkalahkan oleh pergaulanku.

Ini gambaran cerita indah posko yang mengalami perubahan tiap minggunya, dari yang baik menjadi jahat dan dari yang jahat menjadi baik. Semua warna ada disini kawan. Tanpa tantangan hidup ini tidak berwarna. Wassalam.

Jumat, 29 Maret 2013

Perbincangan Semua Ketum Komisariat HMI Secabang Selong


Terwujudnya lima kualitas insan cita dalam organisasi HMI adalah harapan semua kader HMI. Berkumpulnya simpul-simpul komisariat secabang selong pagi ini yang bertempat di sekret bersama komisariat se-STKIP di gedung KNPI ini bertujuan untuk memaksimalkan peroses kaderisasi dimasing-masing komisariat, perkumpulan ini juga bertujuan untuk menjalin emosional antar komisariat sekaligus

Pencarian Makna Dibalik Pengalaman


Hari minggu kemarin adalah satu hari penuh dalam pencarian makna dalam sebuah pengalaman yang kulakukan di rumah tempat kelahiranku di korleko. Pengalaman adalah sesuatu yang paling berharga bagi setiap orang yang menjalaninya, karena disetiap pengalaman terselip makna kehidupan. Kebiasaan orang tua yang menetap di rumah berbeda dengan kebiasaan saya yang pergi kuliah menuntut ilmu dan menetap dipacor tempat dimana aku menuntut ilmu. Merasakan jerih payah orang tua dalam menjalani hidup untuk kesejahteraan keluarganya ternyata lumayan sulit bagiku yang jarang membantu mereka mengerjakan aktivitas kesehariannya. Pagi yang cerah dan indah ku awali dengan mengumpulkan batu apung di samping rumahku untuk kemudian di potong-potong menjadi bagian kecil-kecil dan siap untuk di masukkan dalam satu takaran karung beras untuk dijual seharga 3500 rupiah perkarungnya, dan ternyata akupun tidak begitu piawai dalam memotong batu ini, padahal ini hal yang remeh, ya karna ini bukan kebiasaanku. Papuk tuan (nenek) yang setia dengan batu-batu itu terlihat cekatan dalam memotongnya, sesekali aku istirahat mengumpulkan batu yang berceceran ke tempat pemotongan batu, akupun mencoba memotong batu menggantikan papuk tuan, tapi tetap saja aku merasa kesulitan.