Wajah-wajah ‘tak berdosa’ itu menampakkan kebersihan
jiwanya padaku saat pertama bertemu. Sungguh peribadi yang indah dan akan
membawa pergaulan yang positif bagi sekumpulan teman-teman posko kkn di desa
jerogunung ini. Selama dua bulan hidup bersama di sebuah rumah milik seorang
bibik yang baru pulang dari Kalimantan bersama satu orang anaknya yang masih
kecil bernama evan, menambah keyakinan kami untuk bisa tinggal serumah antara
teman yang cewek dengan yang cowok. Suara lembut dan bahasa yang santun
dibumbui dengan canda tawa membuat suasana kumpul bareng semakin hidup. Dari
tujuh belas orang membawa keperibadiannya masing-masing. Ada yang agak manja,
sedikit malas, berjiwa suci kayak ustadz dan ustazah, dan ada juga yang punya
pergaulan luas yang bergaul dengan semua orang (orang jahat maupun baik).
Lengkap sudah peribadi yang ada dalam satu komunitas
posko ini, tinggal kita ambil untungnya saja dari semua pribadi ini. Boleh
dibayangkan, selama dua bulan hidup dalam kebersamaan suka dan duka pasti sudah
terselip banyak kisah-kisah manis dan pahit. Pertanyaannya sekarang adalah
sejauh mana keperibadian yang mempunyai ‘wajah tak berdosa’ ini mampu bertahan
melawan pergaulan yang berbau kesenangan negative itu ?.
Tanpa disadari ternyata begitu besar pengaruh
pergaulan terhadap setiap peribadi yang berperan didalamnya. Menjadi seorang
yang konsisten dalam kebaikan adalah suatu hal yang sangat sulit untuk
masa-masa sekarang ini mengingat akulturasi budaya barat sudah datang ke
Indonesia tercinta ini.
Sebagai seorang ketua posko haruslah mengetahui
semua karakter dari masing-masing anggota posko agar dapat merumuskan segala
macam permasalahan yang ada diposko. Permasalahan tidak akan ada apabla orang
yang bermasalah tidak ada. Untuk itu agar dapat menyelesaikan masalah harus
ditiadakan orang yang bermasalah.
Minggu pertama diposko kulihat wajah-wajah ‘tak
berdosa’ selalu menampakkan senyuman dan candaan yang mencerminkan gairah
bergebu-gebu untuk mengawali aktivitas kkn di desa jero gunung ini. Masa
perkenalan ini adalah masa indah dan selalu tiap peribadi kita ingin
menunjukkan sesuatu yang baik, indah, suci, dan selalu memperlihatkan wajah
‘tak berdosa’ kepada teman-teman posko. Aku kagum dengan kebaikan dan kesucian
mereka, aku merasa menjadi orang yang dihargai dan dihormati di posko ini. Waktu
terus berlalu seiring berputarnya bumi pada porosnya dan bumi pada matahari
maka suasana posko pun ikut berubah. Permasalahan mulai datang menerpa posko
kami, ini bukan serangan dadakan dari musuh diluar posko tapi permasalahan ini
datangnya dari posko itu sendiri. Pesilangan pendapat, tidak taat aturan,
selalu menentang, saling menggunjing dibelakang dan banyak lagi yang lainnya.
Inilah permasalahan setelah beranjak pertengahan minggu kedua diposko.
Berbicara keperibadian dan pergaulan memang sesuatu
yang sangat berkaitan karena pergaulan akan ada ketika seseorang punya
keperibadian, entah kepribadian yang baik ataupun buruk. Bagaimana kalau kita
adukan saja keperibadian dengan pergaulan ini ?. memang kalau kita lihat dari
pengalaman selama dua bualan bergaul diposko dengan bermacam-macam karakter,
agak sulit keperibadian untuk mengalahkan pergaulan yang sifatnya negative itu.
Jarang ada orang yang benar-benar konsisten dengan sifat awalnya yang cenderung
mengarah kearah kebaikan, ketika sudah bergaul dengan seorang teman yang baik
hati dan pandai menghargai orang tapi sering berbuat sesuatu yang menyimpang
dari agama dan moralitas, maka akan sulit sekali menghindar dari mereka bahkan
bisa jadi kita ikut seperti mereka. Minggu ketiga diposko sudah mulai kelihatan
watak asli teman-teman dan watak yang sudah terkontaminasi oleh watak jahat
lainnya. Jujur saja, aku merasakan banyak perubahan pada sifatku setelah lama
bergaul diposko. Hal ini menunjukkan bahwa keperibadianku sudah terkalahkan
oleh pergaulanku.
Ini gambaran cerita indah posko yang mengalami
perubahan tiap minggunya, dari yang baik menjadi jahat dan dari yang jahat
menjadi baik. Semua warna ada disini kawan. Tanpa tantangan hidup ini tidak
berwarna. Wassalam.