Terwujudnya
lima kualitas insan cita dalam organisasi HMI adalah harapan semua kader HMI.
Berkumpulnya simpul-simpul komisariat secabang selong pagi ini yang bertempat
di sekret bersama komisariat se-STKIP di gedung KNPI ini bertujuan untuk
memaksimalkan peroses kaderisasi dimasing-masing komisariat, perkumpulan ini
juga bertujuan untuk menjalin emosional antar komisariat sekaligus
bertukar
pikiran mengenai lancarnya perkaderan di masing-masing komisariat. Berbagai
pemikiran dari masing-masing ketua umum komisariat ini bermuara pada satu
permasalahan yaitu terkait dengan solidnya anggota dengan perngurus, pengurus
dengan pengurus dan anggota dengan anggota. Perbincangan ini diwarnai dengan
wacana yang dilontarkan oleh Sem (ketum ips-belum dilantik), Kusuma (ketum
UGR-sudah dilantik), Evi (ketum IAIH-baru dilantik), dan saya sendiri Habib
(ketum MIPA yg belum dilantik) sedangkan Kudusiah selaku ketum PBS yang belum
dilantik juga minta izin ke kampus dan tidak bisa mengikuti diskusi.
Tibalah
saatnya keum IPS mengawali perbincangan dengan mengutarakan kondisi kader saat
ini yang mengalami kemandegan dalam ber HMI, salah satu cara untuk
mengoptimalkan kinerja kader adalah dengan cara memberikan mereka pemahaman
tentang masing-masing tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang mengemban amanah
sebagai pengurus di internal komisariat. Solusi cerdas yang diluncurkan adalah
menurutnya dengan cara masing-masing pengurus menggandeng dua orang anggota
untuk siap dikader secara individuil sehingga akan terjalin ikatan emosional
yang baik antara pengurus dengan anggota. Terkait dengan hubungan emosional
yang baik, wacana yang mirip juga dilontarkan oleh ketum UGR yang mengatakan
bahwa kegiatan pengkaderan HMI tidak hanya dilakukan sebatas seremonial belaka
akan tetapi lebih kepada pendekatan individual ataupun komunal dengan cara
silaturahmi ke masing-masing rumah anggota. Dengan begitu secara tidak langsung
hubungan emosionalpun akan terjalin dengan sendirinya. Lain halnya dengan
komisariat IAIH yang tidak begitu kesulitan dalam menangani masalah keaktifan
anggota, karena menutut ketum IAIH ini anggota hanya butuh bimbingan dari
pengurus agar mereka mampu mengeluarkan bakat yang terpendam pada diri mereka
yang biasa kaita sebut dengan pengaktualisasian diri. Memang benar bahwa setiap
kita pasti ingin unggul dalam segala hal terlebih yang paling pundamental
adalah mampu mengaktualisasikan potensi yang ada dalam diri kita sendiri.
Semua
setatemen yang dilontarkan masing-masing ketum ini sudah bagus dan saya sepakat
dengan semua itu, saya berpendapat saat diskusi tadi berlangsung adalah bahwa
kita perlu memberikan perhatian penuh pada anggota dan memberikan tanggung
jawab dengan cara memberikan program yang harus mereka handle sendiri sebagai
pengurus sesuai dengan tupoksi mereka masing-masing. Berhubung kepengurusan
yang sekarang ini adalah kader-kader yang baru di LK-kan kemarin jadinya mereka
belum tau betul seluk beluk kepengurusan HMI dan ke HMI-an mereka juga masih
sangat kering sekali, kita saja sebagai ketum yang sekarang tidak begitu
memahami secara mendalam dan tuntas semua materi ke HMI-an itu. Oleh karena
itulah tidak salah jika seorang ketua umum membebankan kabid-kabid dengan suatu
program yang dirancang sendiri agar mereka merasa bertanggung jawab dan merasa
memiliki organisasi ini, alangkah baiknya jikalau mereka mampu mengkonsepkan
sendiri perogram mereka. Tapi semua itu perlu tahapan-tahapan yang kita
rancangkan. Mereka akan begitu dengan sendirinya saat mereka sudah merasa
memiliki organisasi ini dengan sepenuhnya dan takut meninggalkan HMI.
Akhirnya
semoga dengna sedikit pemikiran ini mampu membawa organisasi kearah yang lebih
cemerlang kedepannya demi terwujudnya lima kualitas insan cita yang menjadi
tujuan HMI. Dengan berbekalkan motto HMI yang saya rasa mampu menggerakkan hati
kita untuk menjalankan roda organisasi ini dengan baik dan sukses. “dengan
iman, ilmu dan amal kita berjuang, yakin usaha sampai (yakusa)” inilah motto
HMI yang menjadi motivasi kita untuk menjalankan missi organisasi dengan baik.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita yang membacanya dan mampu
mengamalkannya amiin.
Billa hittaufik wal hidayah,
Wassalamu'alaikum.wr.wb






0 komentar:
Posting Komentar